Discarding & Decluttering : Poin Penting Yang Dipelajari

Discarding & Decluttering : Poin Penting Yang Dipelajari

Sejak ada tayangan KonMari di Netflix makin banyak penghuni bumi ini sibuk berbenah.

Aku sudah menerapkan beberapa metode berbenah modern sejak 4 tahun lalu. Ternyata memang buanyakk pilihan cara melakukan. Tapi tidak semua terpakai. Ada yang sudah diterapkan, tapi kurang sreg. Atau beberapa waktu kemudian tidak bisa dipraktekkan kembali karena berbagai sebab.

Marie Kondo di Netflix

Jadi memang cocok-cocokkan, ya. Ini aku ambil saja yang bagus-bagus dan selama ini cocok untukku.

Baca : Jalan Menuju Minimalis

Saat melakukan discarding & decluttering (aku menyebutnya program DOUBLE D) kuanggap diri ini Jenderal Bersih-bersih di medan pertempuran bernama keberantakan tsaaah

“Soldiers! Keberantakan di kiri..”

Poin-poin strategik yang kudapat sepanjang pertempu…maksudnya proses berbenah :

1.Perkuat di Niat dan Visi

Hampir semua buku dan tontonan yang kupelajari di beberapa bab awalnya bersifat persuasi tentang pentingnya berbenah. Beberapa disertai gambar-gambar yang menginspirasi.

Artinya, membangkitkan semangat memang perlu niat yang benar dan kita memiliki gambaran ; kenapa perlu melakukan ini? Apa tujuan akhir yang ingin didapat? Bagaimana gambaran kondisi rumah ideal nanti?

giphy (15)

Kalau aku tujuan akhir jelas…lancar PINDAHAN.. wkwkwk..Tapi tentu saja aku punya gambaran bagaimana nanti kondisi kelegaan ideal di tempat tinggal masa depan, dong.

Tanpa itu, hasilnya niscaya hanya sementara saja. Atau hangat-hangat tai ayam. Misal, ikut-ikutan karena trend. Atau hati masih ogah-ogahan, akhirnya stop ditengah jalan.

Aku masih mending, ya, ada keharusan dan keterpaksaan karena kondisi. Bagaimana mereka yang tidak? Padahal double D itu…

2. Harus Tuntas

Maksudnya, diterapkan dulu satu metode sampai selesai. Tidak mendadak ada jeda vakum untuk beberapa lamaaaa.

Karena ibarat membersihkan tumpahan gula, kalau nggak tuntas, maka semut keberantakan akan berkumpul lagi.

Pengalamanku dengan step terpotong, akhirnya saat mulai kembali harus back to square one. #kuLelah

giphy (13).gif

3. Discarding Itu Esensial

Decluttering alias beres-beres sebetulnya umum dilakukan semua orang. Tapi kenapa nggak rapi-rapi (seperti siklus berulang)??

Itu karena pasangan huruf D lainnya nggak ada, yaitu discarding. Padahal itu adalah hal yang pertama harus dilakukan sebelum sampai taraf decluttering.

9a2.gif

Sampai-sampai Marie Kondo pun mengaku buku yang menginspirasinya adalah seni membuang barang. Mana yang lebih mudah, merapikan rumah yang banyak barang atau yang barangnya lebih sedikit?

4. Mind Your Own Things (MYOT) First!

Bagi yang sudah berkeluarga atau mereka yang hidup bersama berbagi atap. Ini adalah rule pertama beres-beres ; aku setuju dengan yang dianjurkan Marie Kondo.

Urus barang sendiri dulu, baru kepunyaan orang. Karena kita yang lebih tahu seberapa pentingnya barang sendiri kan?

giphy (12)

Setelah beres, bagiku para penghuni seatap itu ada beberapa tipe :

  1. Mereka yang belum mampu beres-beres sendiri (anak dibawah umur)
  2. Mereka yang minta diajarkan beres-beres (enthusiast)
  3. Mereka yang memasrahkan diri urusan bersih-bersih kepada kita (they have no clue what to do atau sibuk banget)
  4. Mereka yang anti banget Double D, terutama kata discarding (hoarder) *perlu taktik, nanti kuberi tahu di postingan lain*

5. Mulailah Dari Sampah

Ini paling gampang buat mereka yang pusing pakai metode mana atau maju mundur mau mulai bersih-bersih. Selalu mulai dari barang-barang yang jelas emoh kita simpan lama-lama : sampah. Mulai dari kabel rusak, baju robek, dll. Ini yang dianjurkan oleh Fumio Sasaki.

Kalau itu sudah dimulai, biasanya, sih mesin bersih-bersih mulai panas. Silahkan mau pakai metode apa saja.

Fumio Sasaki

6. Tempat Penyimpanan Itu Jebakan Batman

Banyak orang tertarik dengan tempat penyimpanan (box, laci, dsb) lucu-lucu yang dijual di berbagai tempat.

Dalam hal ini baik Marie Kondo maupun Fumio Sasaki setuju satu hal : tidak pentingnya “tempat penyimpanan”. Kalau Kondo menganjurkan itu belakangan di gunakan, Sasaki malah lebih ekstrim lagi. dia anggap kalau keberantakan adalah rayap, maka tempat-tempat penyimpanan adalah sarangnya. Jadi cara basmi rayap gimana? Langsung saja berantas sarangnya, begitu.

giphy (16).gif

Aku sudah menghilangkan cukup banyak “tempat penyimpanan” , kecuali yang memang bisa digunakan untuk membuat barang jadi “tegak” dan “rapi” (Metode KonMari). Dulu aku selalu habis waktu sendiri untuk membersihkan keberantakan di dalam tempat-tempat penyimpanan. Setelah tempat penyimpanan is no more, mau berantakan dimana coba?? Rayapnya lari sendiri..

Jadi aku setuju banget agar kita tidak tergoda menambah apa yang disebut tempat penyimpanan. Kecuali sudah diperhitungkan benar.

7. Satu hari 1 Kantong Barang Keluar

Ini jauh sebelum kutahu ada metode 40 bags in 40 Days Decluttering Challange, aku melihat untuk hari-hari super sibuk dalam program Double D, penting untuk tetap melestarikan kebiasaan discarding sehari ada barang keluar (kecuali memang kamu merasa sudah nggak ada barang yang mau dikeluarkan ya).

giphy (17).gif

Kenapa penting? Untuk membentuk sebuah kebiasaan (habit). Karena mengubah seluruh habit, tidak usah belibet terlalu banyak target, cukup ubah satu saja dulu dan yang lain akan tersundul seperti bola bilyard.

8. Pertimbangkan untuk menjadi Minimalist

Bila semua step bebersih sudah selesai tapi selalu ada pengulangan keberantakan, ibarat mencegah bakteri timbul, bisa jadi “obatnya” kurang keras. Pertimbangkan untuk menaikkan dosis!

Dalam hal ini level maksimal (hardcore) dari tindakan Double D yaitu mencapai hasil ruangan yang minimalis. Ini yang diusung oleh Sasaki.

Bedanya apa dengan metode KonMari? Cuma satu, yaitu tetap melakukan discarding walaupun barang itu punya “spark joy”. Karena tujuan akhir adalah kedamaian jiwa yang dicapai dari sebuah space yang lega. Tentu saja semua orang punya standar minimalis sendiri-sendiri, sesuai selera. Itu adalah sesuatu yang tidak bisa disamakan, apalagi saing-saingan!

Yang terakhir ini bukan untuk semua orang, terutama kita orang Indonesia yang punya kebiasaan maksimalis. Nggak punya barang atau sampai punya prinsip pinjam barang akan langsung dapat tagar #sobatmisqinku. Lol.


Bagaimana dengan pengalamanmu?

Gambar : brilio.net, netflix.com, pxhere.com, giphy.com

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: