Belum Populer

Belum Populer

Hari ini ada lomba foto maraton seluruh Indonesia dari sebuah brand terkenal. Menarik, sih. Hanya saya belakangan ini sedang kena penyakit nggak mood untuk foto-memfoto. Mungkin karena kelelahan selama dua minggu ini banyak rutinitas. Tapi nggak tahu, ya. Lihat saja nanti, siapa tahu mood membaik.

Lagipula genre yang saya sedang dalami yaitu fotografi minimalis memang membutuhkan tempat sepi-sepi untuk dipraktekkan. Juga ketenangan dalam benak.

Sebetulnya saya nggak spesifik harus selalu memfoto minimalis saja. Nggaklah. Saya juga suka ambil foto-foto human interest dan lainnya, yang tempatnya (dan hasilnya) ramai-ramai. Cuma entah kenapa kalau terlalu ramai, kok, suka pusing juga hahaha. Karena baru mau klik, sudah kesenggol sana-sini. Lalu konsentrasi membuyar.

Setelah di amat-amati, belakangan ini saya memang lebih banyak menghasilkan foto ramai daripada sepi, atau ala-ala minimalis. Ya, apa yang bisa kau harapkan bila tinggal di sebuah negara yang jumlah penduduknya termasuk terbesar di dunia? Hahaha. Dari kiri ke kanan pasti ada orang ‘kan. Enggak apa-apa. Justru disitu tantangannya.

Memfoto minimalis di Indonesia hampir mirip seperti mempromosikan gaya hidup yang nyaris sama. Belum terlalu populer. Yang bisa saya lakukan hanya meminimalis dari jumlah yang ada. Nggak terpatok harus seperti mereka yang ada di Jepang. Jadi santai sajalah.  Begitupula soal foto memfoto, nggak harus sampai minimalis banget. Mengurangi banyak unsur di dalamnya saja sudah bagus.

Bagaimana dengan tulis menulis, seperti blogging?

Kalau di dunia blogging, anehnya, jauh lebih bisa diterima. Kecuali bila kita memang ikut yang monetisasi dengan ketentuan satu judul memuat berapa karakter, ya. Yang saya lihat kalau di komunitas wordpress.com, banyak yang menulis singkat. Karena yang diandalkan disini lebih ke networking antar sesama pengguna. Jadi walaupun tulisannya sedikit tapi jumlah follower sudah banyak, ada saja yang baca dan komen. Tidak ada masalah berarti.

Kalau genrenya belum populer (atau mungkin nggak populer hehe) kenapa dibahas? Bagaimana, ya…Memang lebih ke suka dan selera saja. Kalau kamu sukanya makan mie goreng, tentu tanpa dipaksa pasti milihnya mie diantara berjuta mie lain.

Saat memfoto, menata, dan menulis genre ini, rasanya enak. Kalem dan santai. Nggak terbebani dengan berbagai keharusan. Seperti mencari pojokan yang nyaman untuk menyepi. Dan kalau menyepi kan biasanya memang nggak ramai-ramai, ya?

Apakah kamu punya suatu genre yang disukai dan bisa menyepi bersamanya?

signature

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: